Postingan

Sumpah Palapa

Gambar
Sumpah Palapa atau yang disebut dengan Amukti Palapa, merupakan sumpah yang diikrarkan oleh seorang mahapatih Kerajaan Majapahit pada masa Raja Hayam Wuruk, yaitu Gajah Mada.  Mengutip buku Sejarah 2 oleh Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia, Sumpah Palapa diikrarkan oleh Gajah Mada ketika ia dilantik sebagai Patih kerajaan Majapahit pada tahun 1331 M. Intisari sumpah tersebut adalah bahwa Gajah Mada bersumpah untuk tidak akan makan palapa (semacam jenis rempah-rempah yang manis), tidak juga bersenang-senang atau beristirahat sebelum seluruh Nusantara bersatu di bawah kekuasaan Majapahit.  Mengutip Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer oleh Adi Sudirman, upaya untuk memperluas kekuasaan Majapahit terus dilakukan. Upaya terakhirnya yaitu dengan upaya penyatuan, melalui perkawinan antara Raja Hayam Wuruk dengan putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari kerajaan Sunda. Namun upaya tersebut gagal dan ditandai dengan tragedi Bubat. Tragedi ...

Penyebab dan Faktor mundurnya Kerajaan Majapahit

Gambar
Kemunduran Majapahit berawal sejak wafatnya Gajah Mada pada tahun 1364. Hayam Wuruk tidak dapat memperoleh ganti yang secakap Gajah Mada. Jabatan-jabatan yang dipegang Gajah Mada (semasa hidupnya, Gajah Mada memegang begitu banyak jabatan) diberikan kepada tiga orang. Setelah Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389, Majapahit benar-benar mengalami kemunduran. Beberapa faktor penyebab kemunduran Majapahit sebagai berikut: 1.) Tidak ada lagi tokoh di pusat pemerintahan yang dapat mempertahankan kesatuan wilayah setelah Gajah Mada dan Hayam Wuruk meninggal. 2.) Struktur pemerintahan Majapahit yang mirip dengan sistem negara serikat pada masa modern dan banyaknya kebebasan yang diberikan kepada daerah memudahkan wilayah-wilayah jajahan untuk melepaskan diri begitu diketahui bahwa di pusat pemerintahan sedang kosong kekuasaan. 3.)Terjadinya perang saudara, di antaranya yang terkenal adalah Perang Paregreg (1401 – 1406) yang dilakukan oleh Bhre Wirabhumi melawan pusat Kerajaan Maja...

Tokoh-tokoh berpengaruh di Kerajaan Majapahit

Gambar
Siapa saja ya tokoh-tokoh yang berpengaruh di Kerajaan Majapahit??, menurut berbagai sumber yang telah kami baca, inilah beberapa tokoh yang berpengaruh di Kerajaan Majapahit, yaitu: • Raden Wijaya (1293-1309) Raden Wijaya tentunya adalah tokoh penting dari Kerajaan Majapahit karena ia merupakan pencetus sekaligus pemimpin pertama kerajaan. • Jayanegara (1309-1328) Jayanegara merupakan putra dari Raden Wijaya dari selir yang ditunjuk sebagai raja kedua Kerajaan Majapahit. • Tribhuawana Tunggadewi (1328-1350) Tribhuwana Tunggadewi adalah raja wanita pertama Kerajaan Majapahit. Ia ditunjuk sebagai raja setelah Jayanegara Wafat pada 1328. • Hayam Wuruk (1350-1389) Hayam Wuruk merupakan raja keempat dan bisa disebut sebagai raja tersukses di Kerajaan Majapahit. Di bawah kepemimpinannya, Majapahit melewati masa kejayaan. Bahkan, disebutkan bahwa tak ada pemimpin Majapahit yang sekuat dan seberhasil Hayam Wuruk. • Patih Gajah Mada G...

Potensi Alam dari wilayah Kerajaan Majapahit

Gambar
Bagaimana ya dengan potensi potensi alam dari Kerajaan Majapahit?? Nah dikutip dari Jurnal bertajuk Pelabuhan Sungai Majapahit Abad XIV - XVI, secara geografis, Majapahit terletak di pedalaman memungkinkannya untuk menjadi kerajaan agraris dengan limpahan hasil alam sebagai komoditi utama. Pada era Hayam Wuruk yang didampingi Mahapatih Gajah Mada, Majapahit meraih kemajuan di berbagai sektor, termasuk salah satunya dalam aspek pertanian. Saat itu para penduduk memanfaatkan aliran sungai Brantas sebagai penunjang sektor pertanian. Beberapa komoditas dari sektor pertanian ini menjadi salah satu sumber kekayaan kerajaan tersebut. Menurut Jurnal Sistem Perekonomian Kerajaan Majapahit, hasil persawahan ini bahkan menjadi komoditas perdagangan antar pulau dan antar wilayah. Beras dibawa ke Maluku untuk diperdagangkan atau ditukarkan dengan rempah-rempah. Selanjutnya rempah-rempah yang diperoleh ditukarkan dengan para pedagang dari Negara lain. Keuntungan yang diperoleh dari pengu...

Puncak Kejayaan Kerajaan Majapahit

Gambar
Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan saat dipimpin Hayam Wuruk yang berkuasa sejak 1350 sampai 1389. Hayam Wuruk menjadi pemimpin saat usianya 16 tahun. Dia adalah raja keempat Kerajaan Majapahit setelah mewarisi tahta ibunya, Tribhuwana Tunggadewi atau putri Raden Wijaya.  Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk, daerah kekuasaan mencakup seluruh Nusantara, yakni meluas sampai ke Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura), dan sebagian kepulauan Filipina.  Keberhasilan Hayam Wuruk tak lepas dari pengaruh Gajah Mada. Gajah Mada adalah panglima tertinggi, mahapatih, sekaligus tangan kanan Hayam Wuruk.  Majapahit memiliki kekuatan yang signifikan dalam membangun relasi dengan China, Champa, Kamboja, Annam, dan Thailand (Siam).  Sekitar 98 kerajaan pada saat itu ada di genggaman Majapahit.

Letak Geografis dan Pusat Kerajaan Majapahit

Gambar
Secara geografis letak kerajaan Majapahit sangat strategis loh!!, karena adanya di daerah lembah sungai yang luas, yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo, serta anak sungainya yang dapat dilayari sampai ke hulu. Nah sebagai kerajaan besar saat itu, Majapahit tercatat telah tiga kali pindah pusat pemerintahan. Tiga pusat pemerintahan tetap berada di wilayah Jawa Timur, yaitu: • Mojokerto Pusat pemerintahan atau ibu kota kerajaan Majapahit yang pertama terletak di kota Mojokerto. Saat itu ibu kota diperintah oleh raja pertama, diyakini Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya. Lokasi pusat pemerintahan tersebut konon berada di tepi Sungai Brantas. • Trowulan Pusat pemerintahan kemudian berpindah mengikuti masa kepimimpinan Sri Jayanegara, raja kedua kerajaan Majapahit. Jayanegara memindahkan pusat pemerintahan ke Trowulan. Pada masa kini, kota tersebut berjarak 12 km dari Mojokerto. Pusat pemerintahan di Trowulan berjalan cukup lama. • Daha Daha atau disebut Kediri saat in...

Sejarah Awal mula berdirinya Kerajaan Majapahit

Gambar
Konon awal mula Kerajaan Majapahit berdiri setelah runtuhnya Kerajaan Singasari akibat Pemberontakan Jayakatwang pada tahun 1292 M. Cucu Kartanegara (raja Singosari dikalahkan Jayakatwang) yang berada di bawah tekanan, yaitu Raden Wijaya kemudian melarikan diri. Selama pelariannya, ia menerima bantuan dari Arya Wiraja. Raden Wijaya kemudian membuat desa kecil di hutan Trowulan dan diberi nama desa Majapahit. Nama ini diambil dari nama buah Maja yang tumbuh di hutan namun memiliki rasa pahit, terkait dengan Historia.  Seiring berjalannya waktu, desa itu berkembang dan Wijaya diam-diam dikuatkan dengan merebut hati penduduk dari Tumapel dan Daha. Niat balas dendam Raden Wijaya terbantu lebih cepat ketika pasukan Khubilai Khan tiba pada tahun 1293. Setelah mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya menyerang pasukan Khubilai Khan karena tidak mau tunduk pada kekuasaan kaisar Mongol.  Penobatannya sebagai raja pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 atau pada tang...